Suatu ketika, seekor semut tertangkap
basah oleh Nabi Sulaiman tengah membawa dua ekor belalang. Ia melahap
kedua ekor belalang dengan lahap.
Esok hari, Nabi Sulaiman
memasukkan si semut tadi ke dalam sebuah kotak. Lalu Nabi Sulaiman
memasukkan dua ekor belalang ke dalam kotak, sebagai bahan makanan si
semut.
Namun Nabi Sulaiman kaget, karena si semut hanya memakan satu ekor belalang saja.
Nabi Sulaiman bertanya, "Hai semut, mengapa kemarin kamu menghabiskan 2
ekor belalang, sementara sekarang hanya menghabiskan 1 ekor saja."
Si semut menjawab, "Kemarin, sebelum engkau masukkan aku ke dalam
kotak, aku bebas dan PERCAYA bahwa Allah PENJAMIN segala kebutuhan
hidupku. Oleh karena itu, aku tak pernah khawatir menghabiskan kedua
belalang, karena esok hari aku akan mendapatkan kembali. Sekarang
setelah aku ada dalam kotak, aku tak yakin bahwa engkau akan menjamin
hidupku. Maka aku habiskan hanya satu belalang saja, dan menyisakan 1
ekor lagi untuk esok hari."
Sahabat, nyaman berada dalam kotak apapun itu, adalah musibah. Apalagi mempercayai bahwa si kotak merupakan sumber rezeki.
Kita harus yakin, ketika berada di luar kotak, rezeki itu seluas bumi
dan langit. Asalkan kita mau berikhtiar sekuat semut dan mau beramal
jama'i sekokoh mereka. Karena tak ada rezeki yang didapat sendiri.
Posting Komentar untuk "SEMUT dan REZEKI | 48fredy"